Blog

Cara Menghitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah Minim Budget

Deskripsi: Biaya renovasi rumah tentu saja tidak sedikit. Namun, bukan berarti dengan budget minim tidak bisa mewujudkan hunian impian. Simak cara menyusun biaya renovasi.

===========

Tinggal di hunian yang nyaman, sehat, dan asri tentu saja menjadi dambaan setiap keluarga. Secara berkala, rumah perlu dilakukan renovasi untuk memaksimalkan fungsi dan juga estetikanya. Namun sebelumnya, Anda perlu tahu bagaimana menyusun biaya renovasi rumah tanpa harus memberatkan keuangan Anda.

Tentu Anda tidak ingin proyek renovasi Anda mangkrak di tengah jalan karena perencanaan anggaran yang tidak matang. Terlebih lagi, harga bahan bangunan dan juga jasa tukang cenderung akan terus meningkat. Penting bagi Anda mengatur strategi berikut sehingga rencana Anda akan berjalan sesuai budget yang minim.

Lakukan Pemetaan Awal

Jika Anda berangkat dari budget awal yang serba terbatas, Anda harus tahu prioritas renovasi yang akan dikerjakan. Fokus pada perbaikan yang paling esensial, misalnya seperti penggantian atap yang sering bocor, perbaikan instalasi saluran air, atau renovasi dapur. Kurangi hal-hal bersifat dekoratif yang masih bisa ditunda.

Dengan memiliki pemetaan awal seperti ini, akan lebih mudah bagi Anda untuk menyusun rencana anggaran renovasi. Perencanaan ini akan menjadi acuan Anda untuk semakin mantap melakukan renovasi tanpa khawatir kehabisan dana.

Pilih Sistem Pengerjaan

Ada beberapa sistem pengerjaan proyek renovasi rumah yang bisa Anda pilih. Jika Anda menggunakan jasa tenaga kerja harian, Anda harus membayar sekitar 150 ribu rupiah untuk setiap tenaga kerja per harinya. Sistem kerja harian cocok jika Anda hanya melakukan renovasi minor yang tidak akan memakan waktu lama.

Selain itu, ada juga sistem borongan jasa renovasi rumah. Di sini, Anda perlu membayar jasa pengerjaan sesuai luas bangunan yang akan direnovasi. Tarifnya bisa mencapai 1 – 1.5 juta rupiah per m2 .  Namun, Anda tidak akan mengeluarkan biaya tambahan jika ternyata pengerjaan molor karena berbagai faktor.

Selain itu, masih ada lagi sistem borongan penuh dengan sudah memasukkan biaya tenaga kerja dan juga material bangunan. Kisaran biayanya adalah 3.5 – 5 juta rupiah per m2 sesuai kualitas bahan yang dipakai. Cara ini jauh lebih praktis namun di satu sisi Anda harus membayar lebih besar di awal

Tentukan Material yang Digunakan

Tentu Anda menginginkan hunian yang kokoh dan tahan dari berbagai cuaca ekstrem. Pilih bahan bangunan berkualitas yang telah terstandarisasi, sehingga pengalaman renovasi rumah Anda akan sesuai ekspektasi.

Untuk grade standar, harga material mulai 2.5 juta rupiah per m2. Sementara untuk grade premium, harganya mulai 4 juta rupiah per m2. Jika budget Anda tidak terlalu banyak, maka grade standar adalah pilihan yang tepat.

Jika Anda Harus Memperluas Tanah dan Bangunan

Renovasi sederhana umumnya tidak memerlukan perluasan tanah ataupun bangunan. Namun jika Anda menghendaki demikian, Anda perlu memasukkan biaya tambahan. Terlebih jika Anda membeli lahan baru di sekitar area hunian Anda.

Masukkan Biaya Tidak Terduga

Sekalipun Anda telah melakukan perincian secara matang, namun bisa saja muncul pembengkakan biaya di tengah proses renovasi. Hal ini bisa dikarenakan situasi ekonomi yang memasuki krisis lalu mempengaruhi kenaikan harga material. Alokasikan setidaknya 10% untuk komponen biaya tidak terduga.

Menghitung Estimasi Biaya Renovasi

Dengan memperhatikan beberapa faktor di atas, Anda sudah bisa melakukan penyusunan rencana anggaran. Sebagai contoh, Anda hendak melakukan penghitungan biaya renovasi rumah tua seluas 36 m2. Sistem yang diambil yaitu borongan jasa, material grade standar, tanpa perluasan, maka hitungannya yaitu:

Uraian PekerjaanHarga per m2Jumlah
Borongan JasaRp 1.000.000,-Rp  36.000.000,-
Pembelian Bahan BangunanRp 2.500.000,-Rp  90.000.000,-
Biaya Tidak Terduga (10%) Rp  12.600.000,-
Total Estimasi Biaya Rp 138.600.000,-

Namun, kalkulator renovasi rumah tersebut tentu saja masih dapat Anda modifikasi lagi. Salah satu caranya yaitu dengan kembali menggunakan bahan bangunan lama yang masih kuat, sehingga dapat menghemat biaya pembeliaan material. Misalnya seperti pintu, jika masih kokoh Anda tidak perlu membeli baru.

Semoga dengan biaya renovasi rumah yang telah diprediksi jauh hari, Anda dapat segera mewujudkan hunian impian bersama keluarga. Selamat berkreasi!

Halo, silakan
1
Monggo, ada yg bisa kami bantu?
Powered by